Memberi Respon pada Kesalahan-kesalahan Penghambat Karir


Banyak Karyawan yang mendambakan mendapatkan karir tertinggi di perusahaan yang mereka tempati. Namun banyak juga dari mereka yang masih memiliki pandangan atau melakukan hal-hal yang menghambat karir. Hal-hal yang menghambat karir itu perlu Anda respon. Bagaimana caranya? Anda simak pendapat Afit Husni K. Seorang konsultan dan trainer dibidang sumber daya manusia.

  • Percaya bahwa orang lain lebih tahu banyak daripada Anda.

Sebelum meminta pendapat orang lain, pastikan anda  benar-benar memerlukannya.

  • Mengambilkan kopi dan membuatkan Fotocopy

Membantu rekan kerja dalam menyelesaikan pekerjaannya boleh saja. Namun jangan sampai anda menjadi pesuruh dan menelantarkan pekerjaan anda.

  • Mentoleransi Perilaku yang tidak tepat.

Anda melihat staf anda datang terlambat, tegurlah dia, jangan sampai perilaku perilaku yang mengganggu produktifitas tumbuh subur di kantor anda.

  • Memperlihatkan terlalu banyak kesadaran.

“Orang sabar disayang Tuhan” namun di dunia Pekerjaan, Anda tidak boleh memberikan kesabaran yang terlalu banyak pada staf Anda. Cukup satu kali mereka berbuat salah, dan tegurlah bila mengulangi lagi.

  • Menyangkal kekuatan sendiri.

Jika atasan memuji keinerja dan kemampuan anda, jangan merendah dan menyangkalnya. Dalam dunia kerja menyembunyikan kemampuan dan kelebihan  anda  sama dengan membunuh karir anda sendiri.

  • Membiarkan diri sendiri dijadikan kambing hitam.

Mungkin terlihat konyol dan tidak masuk akal, tetapi seringkali tejadi. Anda tidak berdaya menghadapi para senoir anda yang melemparkan kesalahan yang mereka lakukan kepada anda, belajarlah untuk melawan jangan mau menanggung kesalahan yang tidak anda lakukan.

  • Membiarkan kesalahan orang lain menyulitkan Anda.

Belajarlah untuk  menempatkan tanggungjawab, jangan pernah mengambil tanggungjawab dari kesalahan orang lain.

  • Menjadi orang yang berbicara terakhir.

Saat berada di ruang meeting, jangan biarkan anda menjadi orang terakhir yang menyampaikan ide dan pendapat,  jadikan diri anda menonjol.

  • Memainkan kartu Gender

Dunia kerja profesional tidak membedakan orang berrdasarkan jenis kelaminnya. Jadi jangan jadikan isue gender  sebagai alasan menurunnya produktifitas kerja anda.

  • Meminimalisir pekerjaan atau posisi Anda.

Jika anda memiliki andil besar dalam kesuksesan sebuah pekerjaan atau proyek, jangan pernah merendah, hindari kata “hanya” seperti “ Oh.. saya hanya…” pertimbangkan untuk mengkhususkan pencapaian anda dengan menggunkan model PAH (Permasalahan-Aksi Hasil).

  • Hanya menggunakan nama panggilan atau nama depan Anda.

Saat berada dlam lingkungan baru, perkenalkan diri anda dengan nama lengkap anda. Itu sangat penting untuk membangun citra diri anda.

  • Menunggu dikenali.

Jadilah pribadi yang aktif. Jangan hanya menunggu orang lain menyapa anda, sapalah mereka terlebih dahulu.

  • Menolak tugas tugas bergengsi.

Jangan pernah menolak tugas tugas yang berbobot dan berpotensi menaikan nilai anda dimata perusahaan. Mintalah proyek dengan resiko potensial tetapi bergengsi. Tanpa keberanian, tidak ada kemenangan.

  • Tinggal dalam zona aman anda.

Ikuti perkembangan bidang anda dengan mengikuti kursus atau membaca buku, jangan terlalu puas dengan posisi dan kemampuan yang anda miliki.

  • Menyiakan gagasan anda.

Ada ide untuk mengembangkan pemasaran, atau punya gagasan untuk meningkatkan kualitas pelayanan? Segera lontarkan ide anda disaat rapat, jangan sampai ide anda basi atau diambil orang lain.

  • Bekerja dalam peran atau bagian klise.

Kurangilah pekerjaan yang hanya bersifat pelengkap, mulailah cari peran-peran vital dalm perusahaan.

  • Mengabaikan Masukan.

Merasa arogan dan angkuh adalah sebuah kesalahan dalam karir, terimalah masukan dari rekan-rekan kerja atau atasan anda.

  • Tidak berani tampil.

Hanya orang yang menonjol yang diperhatikan oleh perusahaan. Beranilah tampil dalam setiap acara-acara perusahaan.

Nah, Coba anda praktekkan. Karir anda Cemerlang, Anda pun bahagia bukan? Selamat Mencoba.

Sumber : Seputar Indonesia, 22 Januari 2011.